PROTOTIPE PENGERING BAHAN BAKU DAN PRODUK BIOPELET DITINJAU DARI VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP JUMLAH PANAS H2O DI UDARA

[MOHON TIDAK MENSITASI NASKAH INI SAMPAI 1 JUNI 2019 - PDF NASKAH DAPAT DI DOWNLOAD 1 JUNI 2019]

  • Herlin Sumarna Program Studi Magister Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Hasan Basri Program Studi Magister Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Keywords: Energi Fosil, Kecepatan Udara, Panas H2o, Kadar Air, Nilai Kalor

Abstract

 

Penggunaan energi fosil bahan bakar minyak bumi dan batubara masih mendominasi sehingga pemilihan biomassa sebagai sumber energi renewable merupakan pemilihan yang tepat. Salah satu produksi bahan bakar dari biomassa adalah biopelet. Dalam tahapan proses pembuatan biopelet salah satunya adalah pengeringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecepatan udara pengering terhadap jumlah panas H2O di udara yang paling besar, dan nilai kalor serta nilai kadar air produk biopelet. Prototipe pengering skala laboratorium pada penelitian ini memiliki fungsi untuk mengurangi kadar air bahan baku dan produk biopelet. Bahan baku biomassa hasil pengeringan akan dijadikan biopelet, sehingga digunakan oven pengering dengan suplai panas dari furnace. Dalam penelitian diambil variabel tetap antara lain perbandingan campuran bahan baku, waktu pengeringan, dan temperatur pengeringan sedangkan variabel tak tetap yaitu variasi kecepatan udara. Dari penelitian tersebut banyaknya H2O yang teruapkan dan panas H2O di udara yang paling besar pada kecepatan udara 6 m/s. Dari massa H2O teruapkan sebesar 23,5 gr dan panas H2O di udara sebesar 264,55 grcal di analisa kadar air dan nilai kalor produk biopelet. Nilai kadar air didapatkan sebesar 6,47% dan nilai kalor sebesar 4655,0668 cal/gr telah memenuhi standar SNI 8021-2014.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan. 2015. https://sumsel.bps.go.id
Damayanti, R., Lusianal, N., & Prasetyo, J. 2017. Studi Pengaruh Ukuran Partikel Dan Penambahan Perekat Tapioka Terhadap Karakteristik Biopelet Dari Kulit Coklat (Theobroma Cacao L.) Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan. Teknotan, 11(1), 2528-6285.
Dwika, R. T., Ceningsih, T., & Sasongko, S. B. 2012. Pengaruh Suhu dan Laju Alir Udara Pengering pada Pengering Keraginan Menggunakan Teknologi Spray Dryer. Teknologi Kimia dan Industri, 1(1), 298–304.
Jaelani, A. 2017. Kebijakan Energi Baru Terbarukan di Indonesia: Isyarat Ilmiah Al-Qur’an dan Implementasinya dalam Ekonomi Islam. MPRA (83314)
Kartika, S. A. 2017. Analisis Konsumsi Energi dan Program Konservasi Energi (Studi Kasus : Gedung Perkantoran dan Kompleks Perumahan TI). (30), 41–51.
Lamanda, D. D., Setyawati, D., Murhaida, Diba, F., & Roslinda, E. 2015. Karakteristik Biopelet Berdasarkan Komposisi Serbuk Batang Kelapa Sawit dan Arang Kayu Laban dengan Jenis Perekat Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan. Hutan Lestari, 3(2), 313–321.
Mahdie, M. F., Subari, D., Sunardi, & Ulfah, D. 2016. Pengaruh Campuran Limbah Kayu Rambai dan Api-api Terhadap Kualitas Biopelet Sebagai Energi Alternatif dari Lahan Basah. Hutan Tropis, 4(3), 246–253.
Pradipta, A. L. V., & Kosasih, I. E. A. 2014. Pengaruh Laju Aliran , Temperatur dan Kelembaban Udara Terhadap Laju Pengeringan Keping Singkong. 1–10.
Stefanus, M., & Kosasih, I. E. A. 2014. Pengaruh kelembaban, laju aliran dan temperatur udara pengering terhadap laju pengeringan gula aren. 1–7.
Syahrul, S., Romdhani, R., & Mirmanto, M. 2018. Pengaruh variasi kecepatan udara dan massa bahan terhadap waktu pengeringan jagung pada alat fluidized bed. Dinamika Teknik Mesin, 6(2), 119–126. https://doi.org/10.29303/d.v6i2.15
Utami, B. 2017. Making Charcoal Briquettes from Corncobs Organic Waste Using Variation of Type and Percentage of Adhesives Making Charcoal Briquettes from Corncobs Organic Waste. (May). https://doi.org/10.20961/jkpk.v2i1.8518
Widodo, T. W., Asari, A., & Elita, A. N. (n.d.). Bio Energi Berbasis Jagung dan Pemanfaatan Limbahnya Bio- Energy ( Corn based ) and The Utilization Its Waste. 1–13.
Wijianti, E. S., Setiawan, Y., & Wisastra, H. 2017. Briket Arang Berbahan Campuran Ampas Daging Buah Kelapa dan Tongkol Jagung. Jurnal Teknik Mesin, 3(1), 2502–2040.
Zikri, A., Erlinawati, & Rusnadi, I. 2015. Uji Kinerja Rotary Dryer Berdasarkan Efisiensi Termal Pengeringan Serbuk Kayu untuk Pembuatan Biopelet. Teknik Kimia, 21(2), 50–58.
Published
2019-06-01
How to Cite
Sumarna, H. and Basri, H. (2019) “PROTOTIPE PENGERING BAHAN BAKU DAN PRODUK BIOPELET DITINJAU DARI VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP JUMLAH PANAS H2O DI UDARA”, Sebatik, 23(1), pp. 211-217. Available at: http://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/471 (Accessed: 27May2019).
Section
Articles