Return to Article Details ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PEMASANGAN WHRB (BOILER PEMULIHAN LIMBAH PANAS) DAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN BERDASARKAN PRAKTIK BERKELANJUTAN DI KELLOGG TOLARAM NIGERIA LIMITED Download Download PDF

Validation errors:

Element '{http://www.crossref.org/schema/4.3.6}ORCID': This element is not expected. Expected is ( {http://www.crossref.org/schema/4.3.6}alt-name ).

Invalid XML:

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<doi_batch xmlns="http://www.crossref.org/schema/4.3.6" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:jats="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/JATS1" xmlns:ai="http://www.crossref.org/AccessIndicators.xsd" version="4.3.6" xsi:schemaLocation="http://www.crossref.org/schema/4.3.6 https://www.crossref.org/schemas/crossref4.3.6.xsd">
  <head>
    <doi_batch_id>_1720805169</doi_batch_id>
    <timestamp>1720805169</timestamp>
    <depositor>
      <depositor_name>Reza Andrea</depositor_name>
      <email_address>reza@wicida.ac.id</email_address>
    </depositor>
    <registrant>Sebatik</registrant>
  </head>
  <body>
    <journal>
      <journal_metadata>
        <full_title>Manajemen Laktasi Berbasis Evidence Based Terkini</full_title>
        <abbrev_title>9786239445393</abbrev_title>
        <issn media_type="print">0000-0000</issn>
      </journal_metadata>
      <journal_issue>
        <publication_date media_type="online">
          <month>08</month>
          <day>09</day>
          <year>2021</year>
        </publication_date>
      </journal_issue>
      <journal_article xmlns:jats="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/JATS1" publication_type="full_text" metadata_distribution_opts="any">
        <titles>
          <title>Peran Keluarga Terhadap Perilaku Ibu Menyusui</title>
        </titles>
        <contributors>
          <person_name contributor_role="author" sequence="first" language="en">
            <given_name>Agus</given_name>
            <surname>Supinganto</surname>
            <ORCID>http://orcid.org/0000-0002-0332-1948</ORCID>
            <ORCID>http://orcid.org/0000-0002-0332-1948</ORCID>
          </person_name>
        </contributors>
        <jats:abstract xmlns:jats="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/JATS1">
          <jats:p>Pada saat di dalam kandungan bayi mendapatkan nutrisi dari ibu dengan mengkonsumsi makanan sehat yang memiliki kandungan gizi tinggi kemudian diberikan kepada bayi melalui placenta. Ketika dilahirkan bayi mendapatkan nutrisi hingga 6 bulan melalui pemberian air susu ibu atau ASI yang dikenal dengan pemberian ASI eksklusif. ASI mengandung semua zat gizi yang baik dan dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh kembang yang optimal (Tedjasaputra, 2010). Pemberian ASI ekslusif yaitu hanya memberikan ASI tanpa makanan dan minuman lain kepada bayi selama 6 bulan. ASI eksklusif kepada bayi hingga berumur 6 bulan sangat dianjurkan dan mulai mengenalkan makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan, lalu pemberian ASI dilanjutkan hingga dua tahun atau lebih (Kramer, Michael S, 2004). Hal ini juga diatur melalui Kepmenkes RI No. 450/Menkes/SK/IV/2004 dengan menetapkan target pemberian ASI eksklusif 6 bulan sebesar 80% (Kemenkes, 2004). Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia target pemberian ASI eksklusif pada tahun 2010-2013 masih sangat rendah. Target ASI eksklusif sebesar 80% tidak tercapai dengan data pada tahun 2013 angka cakupan ASI eksklusif hanya mencapai 15,30%. Banyak faktor yang dapat menyebabkan rendahnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi, salah satunya yaitu dukungan keluarga, terutama suami yang dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam proses pemberian ASI eksklusif. Dalam praktiknya banyak suami yang menganggap bahwa menyusui adalah urusan ibu dengan bayinya, tanpa diketahui bahwa dukungan ini dapat menimbulkan rasa nyaman dan percaya diri pada ibu yang mengakibatkan produksi ASI meningkat serta rasa nyaman selama menyusui (Sartono, A dan Hanik Utaminingrum, 2012). Anak dengan kebutuhan ASI eksklusif yang tidak terpenuhi akan mengalami gangguan terhadap tumbuh kembangnya, seperti rentan mengalami masalah kelebihan berat badan, penyakit kardiovaskular, berkurangnya kecerdasan, serta frekuensi penyakit infeksi gastrointestinal yang lebih tinggi (Horta BL dkk, 2015). Pemberian gizi yang tepat dan seimbang bagi anak sejak lahir akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Sehingga, diperlukan perhatian dari keluarga terutama para orang tua untuk memperhatikan asupan gizi bagi anak sejak bayi dilahirkan (Kriselly, 2012).</jats:p>
        </jats:abstract>
        <publication_date media_type="online">
          <month>08</month>
          <day>28</day>
          <year>2021</year>
        </publication_date>
        <pages>
          <first_page>55</first_page>
          <last_page>68</last_page>
        </pages>
        <doi_data>
          <doi>10.46984/978-623-94453-9-3-1455</doi>
          <resource>https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/9786239445393/article/view/1455</resource>
          <collection property="crawler-based"/>
          <collection property="text-mining">
            <item>
              <resource>https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/9786239445393/article/download/1455/451</resource>
            </item>
            <item>
              <resource>https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/9786239445393/article/download/1455/452</resource>
            </item>
          </collection>
        </doi_data>
      </journal_article>
    </journal>
  </body>
</doi_batch>