PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT: PENGELOLAAN HUTAN BAKAU DENGAN PENDEKATAN BANK SAMPAH

  • Dian Alfia Purwandari Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta
  • Shahibah Yuliani Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta
  • Nova Scorviana Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta
Keywords: Pengelolaan Hutan Bakau, Bank Sampah, Marine debris, Partisipasi Masyarakat

Abstract

Kegiatan pembentukan Bank Sampah di daerah pesisir ini beryujuan untuk mengelola sampah anorganik. Sampah anorganik tersebut merupakan permasalahan yang menyebabkan terhalangnya konservasi hutan bakau yang ada di desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Permasalahan ini diatasi dengan pembentukan kegiatan yang berbasis partisipasi masyarakat berupa Bank Sampah. Kegiatan ini diawali dengan identifikasi permasalahan dan merancang bentuk bank sampah yang melibatkan masyarakat setempat. Bank sampah Jembatan Cinta terbentuk dengan pendekatan partisipasi masyarakat yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan sebagai pengelola untuk kemandirian. Diawal kegiatan, kendala yang dihadapi oleh pengelola didasari oleh pemahaman masyarakat yang belum mengenal prinsip dasar bank sampah dengan baik walau kegiatan diawali dengan penyuluhan. Namun, dengan pendekatan langsung kepada masyarakat permasalahan tersebut dapat diatasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

CIFOR. 2015. “Mangrove Indonesia: Berkas Fakta: Kekayaan Nasional Dalam Ancaman.” Center For International Forestry Research. https://forestsnews.cifor.org/31191/mangrove-indonesia-berkas-fakta-kekayaan-nasional-dalam-ancaman?fnl=id.
Hardesty, Britta Denise, Julia Reisser, Ruth Sharples, and Chris Wilcox. 2011. “Understanding the Types, Sources, and at-Sea Distribution of Marine Debris in Australian Waters.” 5th International Marine Debris Conference (June): 0–3.
Haywantee Ramkissoon, Betty Weiler, and Liam Smith. 2010. Investigating The Salient Factor Of Place Attachment And Its Effects On Tourists Pro Environmental Behaviour In National Parks. Melbourne, Australia.
LEE, Tsung Hung, Fen-Hauh Jan, and Chung-Chen Yang. 2013. “Environmentally Responsible Behavior of Nature-Based Tourists: Related Concepts, Measurement, and Research.” Journal of Tourism & Hospitality 02(02): 100–115.
Lugina, Mega, Iis Alviya, Indartik Indartik, and Mirna Aulia Pribadi. 2017. “Strategi Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Mangrove Di Tahura Ngurah Rai Bali.” Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 14(1): 61–77.
Marwati, Siti. 2008. Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat.
Puhakka, Riikka. 2011. “Environmental Concern and Responsibility among Nature Tourists in Oulanka PAN Park, Finland.” Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism 11(1): 76–96.
Septiarusli, Irman Eka. 2010. “Ekosistem Mangrove Di Jawa Barat.” Deep Blue Sea. https://irmaneka.wordpress.com/2010/03/30/ekosistem-mangrove-di-jawa-barat/.
Suryani, Oleh Elvira. “Manajemen Pengelolaan Bank Sampah Di Kota Bekasi.” (2005): 63–75.
Williams, Rob, Erin Ashe, and Patrick D. O’Hara. 2011. “Marine Mammals and Debris in Coastal Waters of British Columbia, Canada.” Marine Pollution Bulletin 62(6): 1303–16.
Yuliani, Shahibah, and Nova Scorviana Herminasari. 2017. “Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove Di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.” Journal Green Growth dan Manajemen Lingkungan 6(2): 42–53.
Published
2018-12-04
How to Cite
Purwandari, D., Yuliani, S. and Scorviana, N. (2018) “PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT: PENGELOLAAN HUTAN BAKAU DENGAN PENDEKATAN BANK SAMPAH”, Sebatik, 22(2), pp. 147-152. Available at: http://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/321 (Accessed: 27May2019).