FENOMENA MEDIA SOSIAL: ANTARA HOAX, DESTRUKSI DEMOKRASI, DAN ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA

  • Febriansyah Febriansyah Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Nani Nurani Muksin Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta
Keywords: Media Sosial, Hoax, Destruksi Demokrasi, Disintegrasi Bangsa, Social Media

Abstract

Teknologi digital (internet) berkembang sangat pesat, termasuk media sosial. Hal tersebut dapat dilihat dari pengguna media sosial yang setiap waktu mengalami peningkatan cukup signifikan. Demikian pula dengan fenomena yang ditimbulkan akibat dari hadirnya media sosial tersebut, ragam masalah penggunaan media sosial turut hadir di dalamnya, termasuk maraknya hoax (berita bohong). Belakangan ini produksi dan penyebaran hoax atau berita bohong semakin tidak terbendung dan media sosial menjadi sarana yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan hoax. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena media sosial yang menjadi saluran terbesar dalam penyebaran hoax dan dampaknya bagi kelangsungan hidup demokrasi serta potensi ancaman disintegrasi bangsa. Penelitian ini menggunakan teori media sosial, dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif, yaitu untuk melihat, menganalisis, dan mendeskripsikan data dan fakta yang terjadi mengenai fenomena maraknya hoax dan penyebarannya melalui media sosial, serta menjelaskan akibatnya terhadap penurunan demokrasi di Indonesia dan potensi ancaman keutuhan bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi media yang paling diminati dalam mengakses informasi. Selain itu, kecepatan dan kemudahan, serta konten dari pengguna menjadikan media sosial sebagai media yang paling banyak menyebarkan hoax, hal ini terbukti dari banyaknya contoh kasus penyebaran hoax di media sosial. Penyebaran berita hoax ini sangat meresahkan masyarakat, dampaknya tidak hanya terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga dapat merusak (destruksi) kualitas demokrasi di Indonesia, bahkan berpotensi mengakibatkan perpecahan (disintegrasi) bangsa

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amilin, A. 2019. Pengaruh Hoaks Politik dalam Era Post-Truth terhadap Ketahanan Nasional dan Dampaknya pada Kelangsungan Pembangunan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas RI, 7(3), 5-11.
Astrini, A. 2017. Hoax dan Banalitas Kejahatan. Jurnal Transformasi, II(32), 76-77.
Chen, Y. Y., Yong, S. P., & Ishak, A. 2014. Email Hoax Detection System Using Levenshtein Distance Method. JCP, 9(2), 441-446.
Haryanto, A. T. 2020. Riset: ada 175, 2 juta pengguna internet di Indonesia. Diakses Dari Https://Inet. Detik. Com/Cyberlife/d-4907674/Risetada-1752-Juta-Pengguna-Internet-Di-Indonesia.
Dhir, A., Khalil, A., Lonka, K., & Tsai, C. C. 2017. Do educational affordances and gratifications drive intensive Facebook use among adolescents?. Computers in Human Behavior, 68, 40-50.
Holmes, D. 2012. Teori Komunikasi (Media, Teknologi dan Masyarakat). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ibnu Nadzir, S. S. 2019. Hoax and Misinformation in Indonesia: Insights from a Nationwide Survey. YUSOF ISHAK INSTITUTE ANALYSE CURRENT EVENTS, 92.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. 2010. Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business horizons, 53(1), 59-68.
Hurabarat, D. 2019. Kominfo Jaring 771 Konten Hoax, Mayoritas Terkait Politik. diakses dari https://www. kominfo. go. id/content/det ail/17071/kominfo-jaring-771-kontenhoax-mayoritas-terkaitpolitik/0/sorotan_media.
Kotler, P. T. 2019. Marketing management. Pearson UK.
Celliers, M., & Hattingh, M. 2020. A Systematic Review on Fake News Themes Reported in Literature. In Conference on e-Business, e-Services and e-Society (pp. 223-234). Springer, Cham..
Indonesia, M. T. 2017. Hasil survey Mastel tentang wabah hoax nasional. Jakarta: Masyarakat Telematika Indonesia. Diambil dari www. mastel. id.Nasrullah, R. (2016). Media Sosial, Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Reitz, A. 2012. Social Media's Function in Organizations: A Functional Analysis Approach. Global Media Journal, 5(2), 41-56.
Respati, S. 2017. Mengapa Banyak Orang Mudah percaya Berita Hoax? Dipetik November 2, 2020, dari https://nasional.kompas.com/read/2017/01/23/18181951/mengapa.banyak.orang.mudah.percaya.berita.hoax.?page=all
Romelteamedia. 2017. Pengertian Hoax dan Ciri-Cirinya. Dipetik November 2, 2020, dari http://romeltea.com/pengertian-hoax-dan-ciri-cirinya
Rosmalinda, R. 2017. Fenomena Penyesatan Berita di Media Sosial. Dipetik Oktober 31, 2020, dari http://www.seskoad.mil.id/admin/file/artikel/Artikel_Rury3.pdf
Salam, A. 2018. The Hoax Phenomenon in Indonesian Society: Observing Anti-Diversity Memes since 2014. Humaniora, 30, 315-324.
Soliha, S.F. 2015. Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial Dan Kecemasan Sosial (Level of Dependence on Users of Social Media and Social Anxiety). Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 1-10.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif (3 ed.). Bandung: Alfabeta.
Susanto, E. H. 2017. Media Sosial sebagai Pendukung Jaringan Komunikasi Politik. Jurnal ASPIKOM, 3(3), 379-398.
Published
2020-12-16
How to Cite
Febriansyah, F. and Muksin, N. (2020) “FENOMENA MEDIA SOSIAL: ANTARA HOAX, DESTRUKSI DEMOKRASI, DAN ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA”, Sebatik, 24(2), pp. 193-200. Available at: https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/1091 (Accessed: 22April2021).