ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PENGGANTIAN SECONDARY CRUSHER PADA PT BERAU COAL SITE BINUNGAN

Authors

DOI:

https://doi.org/10.46984/sebatik.v26i1.1832

Keywords:

Kelayakan Proyek, Net Present Value, Net Present Value, Payback Period, Profitability Index

Abstract

PT Berau Coal merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Salah satu kegiatan yang dilakukan Perusahaan adalah pengolahan batu bara yang bertujuan untuk memperkecil ukuran batubara melalui mesin peremukan sesuai kebutuhan penjualan. Coal Processing Plant (CPP) adalah tempat berlangsungnya peremukan batubara, di CPP memiliki 2 jenis peremuk yaitu Primary Crusher dan Secondary Crusher. Secondary Crusher merupakan salah satu bagian terpenting di CPP, tanpa adanya Secondary Crusher maka ukuran akhir batubara sebesar 5 cm tidak akan tercapai. Di CPP Site Binungan mempunyai empat jalur pengolahan batu bara yaitu CR-03, CR-04, CR-11, dan CR-12. Tiap jalur pengolahan mempunyai Secondary Crusher sebagai salah satu alat untuk meremukkan batubara. Secara riwayat, salah satu Secondary Crusher yang lama Di CPP Site Binungan CR-11 membutuhkan biaya perawatan yang tinggi dan kinerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan produksi sebesar 1500 ton per jam. Maka dari itu PT Berau Coal Site Binungan berencana akan mengganti Secondary Crusher lama ke yang baru. Secara operasional penggantian Secondary Crusher ini diperlukan agar dapat memenuhi kapasitas produksi batubara dari tambang serta target penjualan dari PT Berau Coal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menilai kelayakan investasi proyek penggantian Secondary Crusher secara kuantitatif dan deskriptif ditinjau dari aspek ekonomi teknik. Parameter yang digunakan untuk meninjau investasi tersebut adalah metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Profitability Index (PI). Indikator-indikator tersebut akan menjadi pertimbangan manajemen untuk melihat kelayakan proyek ini. Dari analisa yang dilakukan didapatkan NPV sebesar Rp 6,345,433,814.78, IRR 47%, PP 2  tahun, dan PI sebesar 1.6. Dilihat dari NPV, IRR, PP, dan PI maka proyek ini layak secara ekonomi.

References

Abuk, G., & Rumbino, Y. (2020). Analisis Kelayakan Ekonomi Menggunakan Metode Net Present Value (NPV), Metode Internal Rate of Return (IRR) Payback Period (PBP) Pada Unit Stone Crusher di CV. X Kab. Kupang Prov. NTT. Jurnal Teknologi, 14(2), 68-75.
Adista, S. D., & Moridu, I. (2018). Analisis capital budgeting terhadap kelayakan investasi aktiva tetap pada PT. Kharisma Arta Abadi Guna Luwuk Kabupaten Banggai. Jurnal EMOR, 2(1), 70-83.
Amar, F. H., & Nurhakim, R. N. H. (2020). Analisis Model Estimasi Net Present Value Pada Penjadwalan Penambangan Terbuka Batubara PIT 11 PT Arutmin Indonesia Site Kintap Kabupaten Tanah Laut. Jurnal GEOSAPTA Vol, 6(1).
Beta Suryokusumo, S. (2018). Dasar Kelayakan Proyek Arsitektur dan Ekonomi Bangunan. Universitas Brawijaya Press.
Diharjo, S., & Utomo, C. (2014). Analisis investasi proyek pelaksanaan di konsesi penambangan batubara. In Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXI.
Energi, K., & Mineral, S. D. (2016). Handbook of energy and economic statistics of Indonesia 2016. Jakarta: Pusat data dan teknologi Informasi Kementerian ESDM.
Giatman, M. (2017). Ekonomi Teknik. Jakarta: Rajawali Pers.
Haryadi, H., & Suciyanti, M. (2018). Analisis perkiraan kebutuhan batubara untuk industri domestik tahun 2020-2035 dalam mendukung kebijakan domestic market obligation dan kebijakan energi Nasional. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 14(1), 59-73.
Hery. (2015). Akutansi Dasar 1 dan 2. Jakarta: PT Gramedia Widiarsana Indonesia.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2021). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.
Karim, A. A. (2011). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan (4 ed.). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Kasmir & Jakfar. (2020). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Prenada Media Group.
Permana, D. (2011). Peluang dan tantangan peningkatan nilai tambah batubara. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 7(1), 1-13.
Putra, M. U. M., & Damanik, S. (2017). Pengaruh ekspor migas dan non migas terhadap posisi cadangan devisa di Indonesia. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil: JWEM, 7(2), 245-254.
Rachadian, F. M., Agassi, E. A., & Sutopo, W. (2013). Analisis kelayakan investasi penambahan mesin frais baru pada CV. XYZ. Jati Undip, 8, 15-20.
Rudianto. (2012). Pengantar Akuntansi Konsep & Teknik Penyusunan Laporan Keuangan. Jakarta: Erlangga.
Rumengan, M. R., Dundu, A. K., & Pratasis, P. A. (2017). Analisa Kelayakan Investasi Alat Berat Stone Crusher di Kelurahan Kumersot Kota Bitung. Jurnal Sipil Statik, 5(10).
Sucipto, A. (2011). Studi kelayakan bisnis: Analisis intregratif dan studi kasus. Malang: UIN-Maliki Press.
Sutrisno, H. (2009). Manajemen keuangan teori, konsep dan aplikasi. Yogyakarta: Ekonosia.
Syamsumarno, G. C. (2021). Analisa Kelayakan Investasi Penggantian Mesin Bag Making Di PT X. Journal Printing and Packaging Technology, 2(1).
UU No. 17. (2000). Undang-undang (UU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
UU No. 36. (2008). Tentang Pajak Penghasilan.
Yudiartono dkk. (2018). Outlook energi Indonesia: Energi berkelanjutan untuk transportasi darat. Jakarta: PPIPE dan BPPT.
Zaki, B. (2008). Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE.
Zakri, R. S., & Saldy, T. G. . (2019). nalisis Sensitivitas Deterministik Investasi Pengadaan Alat Berat di Perusahaan Pertambangan Batubara dengan Metode NPV. Bina Tambang, 4(3), 395-405.

Published

2022-06-01

How to Cite

Ridwan, A. F., Romli, Z. and Soeroto, W. M. (2022) “ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PENGGANTIAN SECONDARY CRUSHER PADA PT BERAU COAL SITE BINUNGAN”, Sebatik, 26(1), pp. 1–8. doi: 10.46984/sebatik.v26i1.1832.

Issue

Section

Articles