Current Issue

2013: NOVEMBER
ISBN 978-602-18615-7-8
Published: 2013-11-01

Articles

View All Issues

TUAN RUMAH RAKORNAS APTIKOM 2013 

STMIK Wicida dengan bangga mengharumkan nama KALTIM

Samarinda –  Pelaksanaan  RAKORNAS (Rapat Koordinasi Nasional) Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM) 2013 di Kaltim dianggap sangat tepat.  Bahkan, RAKORNAS APTIKOM yang dirangkai  pemberian anugerah ICT Pura dan AKUSO 2013 itu sekaligus  memberi kesempatan peserta dari berbagai daerah Indonesia berjumpa saudaranya sedaerah.

Berkat kerjasama STMIK Widya Cipta Dharma, Univeristas Mulawarman, KEMKOMINFO, dan sponsorhip lainnya, RAKORNAS APTIKOM tahun ini diadakan di Samarinda Kalimantan Timur dengan peserta dari berbagai instansi pemerintahan, anggota APTIKOM, dan kalangan industri. Diadakan di Mesra International Hotel Samarinda, rangkaian acara dimulai tanggal 31 Oktober 2013 dengan malam penganugerahan ICT Pura dan AKUSO (Apresiasi Kreativitas Universal Service Obligation) sebagai acara pembukanya. Acara ini adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap daerah-daerah yang menunjukkan komitmen lebih dalam bidang TIK. Penghargaan ICT Pura dan AKUSO 2013 berlangsung di Ball Room Hotel Bumi Senyiur Samarinda.

“Hampir semua suku dan agama di Indonesia ada di Kaltim. Kondisi ini menjadikan Kaltim sebagai   Indonesia mini dan menjadi khas dari daerah lain,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim,  H Farid Wadjdy sesaat sebelum pembukaan RAKORNAS APTIKOM dan pemberian penghargaan ICT Pura dan AKUSO 2013  di Hotel Senyiur, Samarinda.

Di lokasi terpisah, Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Illah Sailah saat memaparkan materi pertama RAKORNAS APTIKOM  di Hotel Mesra Internasional Samarinda, Jumat (1/11/2013) mengatakan, memasuki era edukasi seperti sekarang,  program perguruan tinggi harus sudah mengarah ke kolaborasi kretifitas dan nilai kepribadaan yang dikembangkan. “Intinya pendidikan harus bermutu. Caranya dengan berubah untuk  melakukan perbaikan secara berkesinambungan, termasuk mengubah pola pendidikan,” ujarnya.

Ke depan dengan dukungan TIK memaksa pendidikan tidak hanya dengan pola tatap muka langsung seperti sekarang. Sudah memungkinkan  secara jarak jauh. Dengan penanaman konsep nilai kepribadian diharap menumbuhkembangkan semangat kejujuran, sekali pun pendidikan dilakukan tanpa pengawasan langsung dosen.

“Perguruan tinggi berkualitas adalah yang mampu mengembangkan mahasiswa menjadi tambah cakap dan bermartabat. Sebaik apa pun pendidikan jika akhirnya tidak bermartabat, berujung penjara ketika punya kedudukan,” paparnya  seraya berharap  pendidikan tinggi harus mampu cetak lulusan berkualitas, bermartabat dan mampu penuhi tuntutan kemajuan teknologi,” pungkasnya.

Hari kedua, 1 November 2013 acara inti rapat koordinasi, dimulai dengan pemaparan kegiatan APTIKOM selama 2012-2013, pemaparan hasil program strategis, pembahasan pokja, dan lain-lain. Setelah itu acara dilanjutkan kembali dengan pararel session berupa Seminar Nasional Ilmu Komputer (SeNAIK 2013) dengan kegiatan pemaparan Prociding (call for paper) oleh 90 pemateri pergururan tinggi dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam 6 ruang diskusi dan 1 ruang ball room Hotel Mesra.

Dengan tema “Putting Ubiquitous Learning Into The Center of Quality Education” Prociding SeNaik 2013 diselenggarakan atas kerjasama Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas MIPA Universitas Mulawarman, STMIK Wicida dan APTIKOM Pusat, diisi dengan 86 paper penelitian IT. 5 Judul paper penelitian STMIK Wicida pun ikut andil dalam acara bergengsi ini.

Dari banyaknya minat peserta yang mengisi Prociding SeNaik 2013, “Semoga penyelenggaraan Call for Paper SeNaik yang perdana ini, dapat menjadi pengenal keExistan Perguruan tinggi Informatika dan Komputer Kaltim kepada seluruh perguruan tinggi seIndonesia, dan semoga SeNaik dapat digelar dengan sukses di tahun berikutnya” ujar Zainal Arifin, M.Kom selaku ketua pelaksana Call for Paper SeNaik.

2 November 2013, rangkaian acara RAKORNAS APTIKOM diakhiri pada hari ketiga dengan mengunjungi daerah wisata Kutai Kartanegara. Rombongan Peserta RAKORNAS di ajak untuk berkeliling melihat keindahan sungai Mahakam dan berkunjung ke Museum Mulawarman, yang merupakan istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara dibangun pada tahun 1963.

“Acara RAKORNAS tahun 2013 ini, diharapkan dapat merumuskan berbagai rekomendasi bagi pengembangan dunia pendidikan khususnya di bidang Teknologi Informasi dan terjalinnya kerjasama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri bagi tercapainya tujuan akselerasi pendidikan di bidang teknologi informasi di Indonesia” ujar H. Nursobah, M.Kom ketua APTIKOM KALTIM, dengan senyum setelah sukses menjadi tuan rumah RAKORNAS APTIKOM 2013.

Berita Terkait ..